Tuesday, January 30, 2018

bahasa

Related imagecerpen 

Pengertian Cerpen


Cerpen kependekan dari cerita pendek merupakan suatu bentuk prosa naratif fiksi. Sesuai dengan namanya, cerpen cenderung lebih pendek, singkat, dan langsung pada tujuannya dibandingkan dengan karya-karya fiksi lain yang alur ceritanya cenderung lebih panjang dan terstruktur seperti novel dan novella. Cerpen dibuat dengan jumlah kata yang relatif sedikit, tidak lebih dari 10.000 kata atau paling banyak 10 halaman.

Cerpen biasanya memaparkan nilai-nilai tentang kehidupan dalam bentuk cerita yang lugas dan singkat dapat berupa karangan fiktif atau mengenai sejarah kehidupan seseorang yang berfokus pada suatu tokoh saja. Cerpen juga bisa dijadikan untuk mengajarkan pendidikan berkarakter kepada para pembacanya





Ciri-ciri Cerpen

Berikut adalah ciri-ciri yang ada pada cerpen :
Dibandingkan dengan novel, alur cerita pada cerpen lebih pendek
Tidak lebih dari 10.000 kata atau 10 halaman
Biasanya isi cerita terinspirasi dari nilai-nila kehidupan sehari-hari
Tidak menceritakan seluruh tokoh yang ada hanya berfokus pada suatu tokoh saja
Biasanya hanya 1 kejadian saja yang diceritakan dalam cerpen
Pemecahan masalah yang singkat
Penggunaan kata yang ekonomis
Alur ceritanya maju

Struktur Cerpen

1. Abstrak

Dalam sebuah cerpen ada bagian yang memuat ringkasan atau inti dari cerpen dimana nantinya akan dikembangkan menjadi sebuah rangkaian-rangkaian peristiwa atau bisa juga dijadikan sebagai awalan cerpen. Ketika membuat cerpen tidak harus ada abstrak karena bersifat opsional, boleh ada dan boleh tidak ada struktur abstrak tersebut



2. Orientasi

Orientasi berhubungan dengan waktu, suasana, dan tempat yang berhubungan dengan alur cerita dari cerpen tersebut.

3. Komplikasi

Komplikasi memuat urutan kejadian-kejadian yang dihubungkan secara sebab-akibat. Biasanya, pada komplikasi mendapatkan karakter atau watak dari para tokoh yang ada dalam cerpen tersebut, hal ini karena pada bagian komplikasi kerumitan mulai bermunculan

4. Evaluasi

Pada evaluasi konflik sudah mengarah pada klimaksnya dan sudah mulai mendapatkan penyelesaian dari konflik yang ada

5. Resolusi

Pada bagian resolusi, penulis memberikan solusi dari masalah yang sedang dihadapi oleh para tokoh yang ada dalam cerpen. Biasanya resolusi ini amat dinanti-nanti oleh para pembaca, karena masalahnya sudah mulai diselesaikan dan menuju pada tahap penyelesaian konflik

 6. Koda
Koda yaitu, nilai atau pelajaran yang dapat diambil dari cerita tersebut. Biasanya koda baru bisa diketahui ketika pembaca sudah selesai membaca cerita tersebut. Koda dapat berbentuk nasehat, pelajaran, dan peringatan bagi pembacanya


Unsur Intrinsik Cerpen

Dalam sebuah cerpen pasti memuat unsur-unsur sebagai penyusun penulisan cerpen. Unsur tersebut dinamakan dengan unsur intrinsik cerpen. Diantara unsur intrinsik cerpen adalah tokoh, penokohan, alur, sudut pandang, latar, tema. Berikut adalah penjelasan dari unsur intrinsik cerpen

Tema
Tema adalah gambaran umum yang mendasari dari jalan cerita sebuah cerpen. Tema dapat dituliskan langsung dalam cerita atau secara tersirat dimana pembaca harus teliti sehingga dapat menyimpulkan tema yang terkandung di dalamnya.

Alur
Urutan kejadian dalam cerpen disebut dengan alur. Umumnya alur cerita meliputi : Perkenalan > Mulai muncul konflik atau suatu masalah > Peningkatan konflik > Puncak konflik (klimaks) > penurunah konflik > penyelesaian konflik


Setting
Setting sangat erat kaitannya dengan waktu. Setting sendiri dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu setting tempat, setting waktu, dan setting suasana

Setting tempat menjelaskan tempat kejadian cerita, setting waktu menjelaskan kapan kejadian tersebut terjadi yang ditunjukan dengan waktu misal pagi, siang, malam, jam 7, dan lain-lain, setting suasana menjelaskan keadaan suasana yang terjadi dalam suatu kejadian cerita, misalnya menegangkan, haru, sedih, bahagia, dan lain-lain.

Tokoh
Tokoh adalah pemain yang bermain dan terlibat dalam cerita t ersebut. Setiap pemain mempunyai ciri khas dan karakteristik tersendiri. Dalam sebuah cerita terdapat tokoh antagonis yang berperan sebagai orang jahat, tokoh protagonis yang berperan sebagai tokoh baik, ada juga tokoh figuran yang berfungsi sebagai tokoh pendukung saja

Penokohan
Penokohan yaitu pemberian sifat pada setiap tokoh yang bermain di dalamnya. Sifat yang diberikan oleh penulis dapat dilihat dari dialog tokoh, pikiran tokoh, atau ditulis sifatnya langsung di dalam cerita oleh sang penulis. Teknik penokohan ada dua macam, yaitu analitik dan dramatik

Teknik analitik yaitu menuliskan sifat tokoh secara langsung, contoh : pemberani, penakut, pendiam, dan lain-lain

Teknik dramatif yaitu penggambaran tokoh secara tidak langsung, bisa dengan cara melalui penggambaran fisik (contohnya cara berpakaian, postur tubuh, dan lain sebagainya), penggambaran melalui dialog antar tokoh, rekasi dari tokoh lain (dapat berupa pendapat, sifat, pandangan, dan lain sebagainya)

Sudut Pandang

Sudut pandang adalah cara penulis dalam memandang suatu peristiwa yang ada dalam cerita tersebut. Sudut pandang dibedakan menjadi 4 macam jenis. Berikut ulasannya

1. Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Utama

Sudut pandang ini penulis menggunakan kata ganti aku dan saya. Dalam sudut pandang ini penulis seakan-akan terlibat dalam cerita dan bertindak sebagai tokoh cerita. Tokoh aku berperan sebagai pelaku utama. Tokoh “aku” akan mengisahkan berbagai peristiwa yang ada dalam cerpen tersebut. Contoh :
Pagi ini cuaca begitu cerah hingga dapat mengubah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas yang terbengkelai menjadi teringankan. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan bergegas untuk mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.

2. Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan

Dalam sudut pandang ini tokoh “aku” sudah tidak menjadi pemain utama lagi, tetapi sebagai pemain tambahan. Tokoh “aku” disebutkan dalam cerita hanya untuk membawakan cerita kepada pembaca, sedangkan tokoh cerita yang dikisahkan “dibiarkan” untuk dapat menceritakan pengalaman yang dialaminya.

Tokoh ini lah yang nantinya menjadi tokoh utama karena lebih banyak tampil, membawakan berbagai peristiwa, dan berhubungan dengan tokoh-tokoh lain yang ada pada cerita tersebut. Dengan begitu, tokoh “aku” hanya sebagai saksi saja, saksi cerita yang dimainkan oleh orang lain. Biasanya tokoh “aku” hanya sebagai pengantar dan penutup cerita saja. Contoh :

kini aku tinggal di Jakarta, kota metropolitan yang mempunyai beratus-ratus kendaraan. Dulu, aku sempat menolak untuk dipindahkan ke ibukota. Tetapi, pada akhirnya aku tidak kuasa untuk menghindar dari tugas ini. Ternyata, bukan aku saja yang mengalaminya. Teman asramaku yang bernama Rizki, juga mengalami hal yang sama. Kami berdua sangatlah akrab dan berjuang bersama-sama dalam menghadapi kerasnya kehidupan kota Jakarta.



3. Sudut Pandang Orang Ketiga Serba Tahu

Dalam sudut pandang orang ketiga pengarang menggunakan kata ganti dia, ia, atau nama tokoh. Dalam sudut pandang ini pengarang menuliskan cerita dari sudut “dia”. Tetapi, penulis dapat menceritakan apa saja hal-hal yang dilakukan tokoh “dia” tersebut. Penulis mengetahu segalanya, Contoh :

Sudah genap lima bulan dia menjadi pendatang baru di kawasan komplek perumahan ini. Tapi, dia juga belum satu kali pun terlihat keluar rumah cuman untuk sekedar menyapa tetangga yang lain. “Apakah si pemilik rumah itu terlalu sibuk ya?” ungkap salah seorang tetangganya. Pernah 1 kali dia kedatangan tamu yang katanya adalah saudaranya. Memang dia adalah sosok introvert, walaupun saudaranya sendiri yang datang untuk berkunjung, dia tidak akan menyukainya.

4. Sudut Pandang Orang Ketiga Pengamat

Berbeda dengan sudut pandang orang ketiga serba tahu penulis hanya menggambarkan apa yang dilihat, dialami, dipikir, dan dirasakan oleh tokoh tersebut, namun terbatas pada seorang tokoh saja.
Contoh:

Entah apa yang telah terjadi padanya. Pada saat datang, ia langsung marah. Memang kelihatannya ia mempunyai banyak masalah. Tapi kalau dilihat-lihat dari raut wajahnya, mungkin tak hanya itu yang sedang ia rasakan. Tapi sepertinya dia juga sakit. Bibirnya tampak kering, wajahnya pucat, serta rambutnya kusut.

5. Sudut Pandang Campuran

Dalam sebuah novel mungkin saja memakai lebih dari satu sudut pandang. Akan tetapi, belakangan ini sudut pandang campuran sudah mulai banyak digunakan dalam penulisan cerpen. Penulis menempatkan dirinya bergantian dari tokoh satu ke tokoh yang lainnya dengan memakai sudut pandang yang berbeda menggunakan “aku”, “kamu”, “kami”, “mereka”, “dia”


Amanat
Amanat adalah pesan atau nilai-nilai moral yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembacanya melalui karangan cerpen yang dibuatnya. Biasanya pengarang tidak menuliskan secara langsung amanatnya, melainkan pembacanyalah yang menyimpulkan sendiri pesan apa yang terkandung dalam cerpen tersebut

Gaya Bahasa
Gaya bahasa adalah bagaimana cara penulis menyampaikan cerita tersebut. Cakupan gaya bahasa ini meliputi penggunaan kalimat, pemilihan diksi, dan penghemat kata. Cerpen yang baik menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami agar tidak membuat bingung para pembacanya. Setiap penulis pasti mempunyai gaya bahasa masing-masing yang itu menjadi ciri khas dari penulis tersebut.


Unsur Ekstrinsik

Selain unsur intrinsik, di dalam cerpen juga ada yang namanya unsur ekstrinsik. Jika sebelumnya kamu telah mengetahui macam-macam unsur intrinsik yang ada pada cerpen, kini saatnya untuk belajar tentang unsur ekstrinsi yang ada pada cerpen. Berikut Ulasannya

Berbeda dengan unsur intrinsik yang berada dalam karangan cerpen, unsur ekstrinsik cerpen adalah unsur-unsur pembentuk cerpen yang berada di luar cerpen. Nilai ekstrinsik cerpen tidak dapat dipisahkan dari kondisi masyarakat pada saat cerpen tersebut dibuat dan juga dipengaruhi oleh karakter dari penulisnya.

Latar Belakang Masyarakat

Latar belakang masyarakat merupakan unsur yang mempengaruhi dalam proses pembuatan cerpen yang berupa faktor-faktor lingkungan yang ada di dalam masyarakat tempat dimana penulis itu berada sehingga berpangaruh terhadap cerpen yang akan ditulis. Diantara latar belakang yang mempengaruhi penulis dalam menulis sebuah cerpen adalah

Ideologi suatu negara

Keadaan politik suatu negara
Kondisi perekonomian suatu negara
Kondisi sosial suatu negara
Latar Belakang Penulis
Maksud dari latar belakang penulis adalah faktor dari dalam penulis itu sendiri yang mempengaruhi atau memotivasi penulis untuk menulis sebuah cerpen. Latar belakang penulis sendiri terdiri dari beberapa macam, yaitu :

Riwayat hidup penulis

Kondisi psikologis penulis

Aliran sastra sang penulis

Nilai-nilai yang Terkandung Dalam Cerpen

– Nilai agama

Nilai agama adalah nilai-nilai yang bisa diambil untuk dijadikan sebagai pelajaran yang terkandung di dalam cerpen berkaitan dengan ajaran agama.

– Nilai sosial

Nilai sosial adalah nilai yang dapat diambil dari interaksi-interaksi para tokoh yang ada di dalam cerpen dengan tokoh lain, lingkungan dan masyarakat sekitar tokoh.

– Nilai moral

Nilai moral adalah nilai-nilai yang terkandung di dalam cerpen yang berkaitan dengan akhlak atau etika yang berlaku di dalam masyarakat. Di dalam suatu cerpen, nilai moral bisa menjadi suatu nilai yang baik maupun nilai yang buruk.

– Nilai budaya

Nilai budaya adalah nilai-nilai yang berkaitan dengan nilai-nilai kebiasaan, tradisi, adat istiadat yang berlaku.

sumber : https://suka-suka.web.id/contoh-cerpen/

No comments:

Post a Comment

Introduce

Capture my email 📧